DIVIDE ET IMPERA SEBAGAI KONSEP DALAM USAHA MELEMAHKAN PERJUANGAN GENERASI MUDA MASA KINI
Oleh : Subhan Yusuf Prelude “Snouck [1] mendekati ulama untuk bisa memberi fatwa agama. Tapi fatwa-fatwa itu berdasarkan politik Divide et impera . Demi kepentingan keagamaan, ia berkotbah untuk menjauhkan agama dan politik.” [2] Sekilas, moment diatas disadari atau tidak oleh kita yang hidup lebih dari 1 abad sejak Perang Aceh yang berakhir tahun 1905 dan Perang Ngali (1908-1909), kebutuhan untuk memecah-belah persatuan di kalangan pribumi (baca:kita) oleh golongan yang ingin berkuasa atas dasar nafsu untuk memonopoli dan mendominasi sumber-sumber daya, baik alam maupun manusia-nya tetap mengemuka dalam bermacam wajah dan kemasan. Mahasiswa dan pemuda sebagai bagian yang terintegral dalam satu garis generasi harus mampu memahami keadaan dan kekinian jamannya, untuk tetap mampu berfungsi sebagai penerus peradaban, dalam bingkai moral. I. Cerminan Sejarah Sebagai negara besar, negara-bangsa (nation-state) yang pilar dan pondasinya adalah suku-suku dan bangsa-bang...