REINTERPRETASI TUA MATENGI SARA SEBAGAI KATALISATOR PERDAMAIAN
Kondisi psikologi sosial yang cenderung fluktuatif akhir akhir ini memaksa kita, sebagai masyarakat Bima untuk membawa pulang semangat kebersamaan kembali ke suatu ruangan gelap. Dimana tersimpan sebuah cermin usang yang menjadi pusat refleksi, sebuah cermin yang ‘dulunya’ pernah menjadi sahabat setia masyarakat ini dalam menakar tindak tanduk dan performance sebagai orang Bima dalam semua lini dan dimensi aktualisasi diri. Sebuah cermin yang memiliki sebuah gambar tempel, di sticker yang terdapat sebuah tulisan ‘Urf Shahih’. Iya, ‘Urf Shahih’, Apakah makna kata yang tertulis digambar tempel itu? Suyuti Pulung dalam Fiqih Siasah, Ajaran, Sejarah dan Pemikiran mengartikannya sebagai ‘adat yang baik’. Adat sebagai sebuah produk original sebuah peradaban masyarakat merupakan ‘a dynamic acts over depth of ideological thought’, dalam konteks ke-Bima-an yang memiliki kekhasan adat dan budaya, terdapat kandungan falsafah yang merupakan tools of local value. Implementasi kearifan local, f...